Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam Yang Ummi (Buta Huruf)


Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam Yang Ummi
(Buta Huruf)
Adakah dalil bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi
Wassalam tidak bica membaca dan menulis?
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.
Allah berfirman:
"Orang-orang yang mengikuti Rasul, seorang nabi yang
ummi yang mereka temukan (namanya) tertulis di dalam Taurat
dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka kepada
yang ma'ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, yang
menghalalkan bagi mereka semua yang baik dan
mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang
dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada
pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya,
memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang
diturunkan kepadanya. Mereka itulah orang-orang yang
beruntung." (Q.S. Al-A'raaf: 157)
Al-Qurthubi ketika menafsirkan ayat ini berkata: "Firman
Allah pada al-ummi, berkata Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu :
Nabi kalian Shalallahu 'Alaihi Wassalam adalah buta huruf tidak
bisa menulis, membaca dan berhitung. Allah berfirman:
"Dan kamu (Muhammad) tidak pernah membaca satu kitab
pun sebelumnya dan tidak pernah menulis satu kitab pun
dengan tangan kananmu." (Q.S. Al-Ankabuut: 48)"
Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat yang terakhir
ini: "Kemudian Allah berfirman: "Dan kamu tidak pernah
membaca membaca satu kitab pun sebelumnya dan tidak
pernah menulis dengan tangan kananmu", artinya kamu telah
3
tinggal di tengah kaummu, hai Muhammad, sebelum kamu
datang dengan Qur'an ini, sedang kamu tidak bisa membaca
kitab dan tidak dapat menulis, bahkan setiap orang dari
kaummu dan selain mereka mengetahui bahwa kamu seorang
yang buta huruf yang tidak bisa membaca dan menulis. Dan ini
adalah sifat beliau yang tercantum di dalam kitab-kitab
terdahulu sebagaimana firman Allah: "Orang-orang yang
mengikuti Rasul, seorang nabi yang ummi yang mereka
temukan (namanya) tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada
pada mereka, yang menyuruh mereka kepada yang ma'ruf dan
melarang mereka dari yang mungkar". Demikianlah keadaan
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam selamanya sampai hari
kiamat, tidak bisa menulis, baik satu baris ataupun satu huruf
dengan tangannya. Bahkan, beliau mempunyai catatan yang
ditulis oleh para shahabat berupa wahyu dan surat-surat ke
beberapa negeri. Allah berfirman: "Dan kamu tidak pernah",
artinya tidak pernah membaca "Sebuah kitab pun sebelumnya."
Ini untuk menguatkan ketidakpernahan tadi. "Dan tidak pernah
menulis dengan tangan kananmu." Inipun menguatkan juga.
Dan firman Allah: "(Andai kamu bisa membaca dan menulis)
pasti ragulah orang-orang yang mengingkarimu," artinya kalau
kamu bisa menulis pasti beberapa orang yang bodoh akan ragu,
lalu akan berkata: "Kamu hanyalah mengetahui ini dari kitabkitab
sebelumnya yang diambil dari para nabi, padahal mereka
mengetahui bahwa Nabi ini buta huruf, tidak bisa menulis, "Dan
mereka berkata: 'Ini adalah dongeng-dongeng masa lalu yang
dituliskannya'."
Dan Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
"Dialah yang telah mengutus seorang rasul dari kalangan
mereka ke tengah ummat yang ummi yang membacakan
kepada mereka ayat-ayat-Nya, mensucikan mereka dan
mengajarkan kepada mereka tentang kitab dan hikmah padahal
4
sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata." (Q.S.
Al-Jumu'ah: 2)
Al-Qurthubi berkata ketika menafsirkan ayat ini: "Al-
Ummiyyun adalah orang-orang yang tidak bisa menulis.
Demikianlah keadaan orang-orang Quraisy dulu. Manshur
meriwayatkan dari Ibrahim, dia berkata: Al-Ummiy adalah
orang yang tidak bisa membaca dan menulis. "Seorang rasul
dari mereka," artinya Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam,
dia seorang ummi tidak bisa membaca dan menulis dan tidak
pernah belajar.
Berkata Al-Marwadi: "Bila ditanyakan: apakah bentuk
karunia dalam hal diutusnya seorang Nabi yang ummi? Maka
jawabnya adalah ada tiga bentuk. Pertama: Untuk menunjukkan
sesuainya keadaan dia dengan kabar dari nabi-nabi
sebelumnya.
Kedua: Agar keadaannya sesuai dengan keadaan mereka
(kaumnya) sehingga lebih memungkinkan diterima.
Ketiga: Untuk menghindari buruk sangka dalam
mengajarkan apa-apa yang didakwahkannya berupa kitab yang
dia baca dan hikmah-hikmah yang dia sampaikan." Menurut
pendapatku, semua itu merupakan dalil mukjizatnya dan bukti
kenabiannya. [Selesai kutipan ringkas dari Tafsir Al-Qurthubi].
Islam Tanya & Jawab
Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid

< PREVIOUS NEXT >