Artikel




(Seri Mencari Kebenaran)”


Oleh: Dr. Naji I. Arfaj 


٢


Seeking The Truth Series (Seri Mencari Kebenaran)


Satu Pesan Yang Sama


Dedication


Buku ini ditujukan kepada siapa saja yang sedang mencari kebenaran


sejati!


Oleh: Dr. Naji I. Arfaj


Penterjemah: Ahmad Ied Ahmad Zaki Al Azhari As Saidi


 Editing : Abu Abdillah Alfarisi Abdul kafi


Eko Abu Ziyad


 


٣


Daftar Isi


Pertanyaan Pembuka --------------------------------------------------- 4


Inti Pembahasan --------------------------------------------------------- 5


Tuhan yang satu di dalam Injil Perjanjian Lama ----------------- 13


Tuhan yang satu di dalam Injil Perjanjian Baru ------------------ 14


Tuhan yang satu di dalam Al-Qur'an -------------------------------- 15


Kesimpulan ---------------------------------------------------------------- 16 


٤


Pertanyaan Pembuka


1. Pesan apa yang dimaksud di sini?


2. Apa kata Injil tentangnya?


3. Apa kata Al-Qur'an tentangnya?


4. Bagaimana pendapat Anda tentangnya? 


٥


Inti Pembahasan


Ketahuilah bahwa sepanjang perjalanan kehidupan manusia, sejak Adam


manusia pertama diciptakan, hanya ada satu pesan yang terus menerus


disampaikan kepada seluruh umat manusia. Pesan ini terus diingatkan


kepada manusia agar mereka kembali ke jalan yang benar melalui


perantaraan utusan-utusan Allah yaitu para nabi dan rasul. Para nabi dan


rasul seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad kesemuanya


diutus dengan membawa pesan yang sama yaitu:


"Tuhan sebenarnya hanya ada satu, Ia wajib disembah dan dijalankan


perintah-Nya" 


٦


 -------------------- Adam Tuhan hanya satu


 -------------------- Nuh Tuhan hanya satu


 -------------------- Ibrahim Tuhan hanya satu


 -------------------- Musa Tuhan hanya satu


 -------------------- Isa Tuhan hanya satu


 -------------------- Muhammad Tuhan hanya satu


Mengutus Membawa Pesan


TUHAN SANG PENCIPTA 


٧


Tuhan sang pencipta mengutus nabi-nabi besar seperti Adam, Nuh, Ibrahim,


Musa, Isa dan Muhammad ‘alaihimussalam seperti halnya para nabi dan para


rasul yang lain, untuk menjalankan beberapa tugas yang diberikan.


Diantaranya:


1. Menerima petunjuk dari Tuhan kemudian menyampaikannya


kepada manusia.


2. Menyampaikan pesan bahwa Tuhan hanyalah satu.


3. Sebagai suri tauladan yang baik bagi umatnya.


4. Memerintahkan umatnya agar takut kepada Tuhan dengan


menjalankan segala perintah yang datang dari Tuhan.


5. Mengajarkan kepada para pengikutnya ajaran agama, prinsipprinsip akhlak, berperilaku dan berbagai hal yang bersifat


keduniawian.


6. Untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang menyimpang


dari kebenaran, orang-orang yang tidak patuh kepada perintah


Tuhan, juga kepada orang-orang yang menyembah berhala.


7. Untuk mengingatkan perihal tujuan akhir perjalanan mereka yaitu


hari kiamat, juga mengingatkan apa-apa yang bisa membawa


seseorang masuk ke surga dan apa saja yang membawa ke


neraka.


Jadi Tuhan yang mengutus para nabi dan para rasul itu adalah Tuhan yang


sama. Dia-lah Tuhan yang telah menciptakan manusia, hewan, dan segala


benda yang ada. Dia-lah Tuhan yang sesungguhnya yang telah menciptakan


seluruh alam semesta ini berikut apa saja yang ada didalamnya. Dia-lah


Tuhan yang menciptakan kehidupan, kematian, dan kebangkitan setelah


kematian.


Keesaan Tuhan sebagai pencipta ini sungguh teramat jelas dan mudah untuk


ditemukan di dalam kitab-kitab suci umat Yahudi, Nasrani, Muslim dan


selainnya.


Dengan mempelajari konsep ketuhanan yang terdapat dalam Bibel ataupun


Al-Qur'an, niscaya seorang pencari kebenaran yang benar-benar tulus dan


objektif tentunya akan mampu menemukan karakter-karakter khusus yang


hanya dimiliki oleh Tuhan saja. 


٨


Berikut adalah contoh beberapa karakter khusus yang dapat dijadikan


standar untuk membedakan antara Tuhan sejati dengan selain-Nya yang


tidak pantas dijadikan tuhan:


1. Tuhan itu haruslah menciptakan dan bukan diciptakan.


2. Tuhan itu haruslah cuma seorang diri (tunggal/esa), tidak tiga atau


lebih. Tuhan tidak punya pasangan atau orang yang menyamai


diri-Nya.


3. Tuhan tidaklah bisa dilihat. Tidak ada seorang pun yang bisa


melihat-Nya di dalam kehidupan dunia ini. Tuhan tidaklah


berwujud atau menjelmakan diri menjadi sesuatu.


4. Tuhan itu haruslah hidup abadi. Tuhan tidak bisa mati atau


berubah-ubah.


5. Tuhan itu tentulah tidak membutuhkan ibu, istri atau anak. Tuhan


juga tidak membutuhkan makanan, minuman atau pertolongan.


Bahkan sebaliknya Tuhanlah yang dimintai pertolongan.


6. Tuhan memiliki sifat-sifat yang sempurna dan tidak ada yang


menyamai-Nya dalam sifat-sifat itu. Tidak ada penggambaran, baik


itu manusia maupun hewan yang bisa dinisbatkan kepada-Nya.


Kita bisa menggunakan kriteria-kriteria di atas—yang mana tentunya hanya


milik Tuhan semata –untuk dijadikan standar untuk menimbang dan menolak


ketuhanan apa saja yang diklaim sebagai tuhan. 


٩


Sekarang mari kita kembali membincangkan tentang pesan besar yang telah


kita sebutkan di atas tadi sekaligus kita akan menyampaikan beberapa ayat


baik dari Bibel maupun Al-Qur'an yang menyatakan tentang keesaan Tuhan.


Tapi sebelum itu saya ingin menyampaikan sebuah uneg-uneg berikut:


Akan tetapi berdasarkan pada pembacaan dan penelitian beberapa bukubuku umat Kristiani dan berdialog dengan banyak orang Kristen, saya pun


menjadi mengerti bahwa yang dimaksud dengan satu tuhan bagi mereka


ialah:


1. Tuhan Ayah


2. Tuhan Anak


3. Tuhan Roh Kudus





Sebagian umat Kristiani mungkin terheran- Sebagian umat Kristiani mungkin terheranheran dengan pembahasan ini dan


mengatakan: "Tentu saja Tuhan itu satu.


Kami pun mengimani keesaan Tuhan. Jadi


apa yang perlu dibahas lagi?" 


١٠


Jadi, berdasarkan pada akal sehat dan logika mudah seorang pencari


kebenaran yang tulus dan jujur akan berkata:


- Apa maksud kalian mengatakan Tuhan itu satu sementara di waktu


yang sama kalian menunjuk kepada tiga orang?


- Yang manakah yang benar, Tuhan itu ada satu dalam tiga orang;


ataukah Tuhan itu ada tiga dalam satu orang?


Kemudian ditambahkan pula dengan tetap berdasarkan pada akidah


kepercayaan umat Kristiani, bahwa ketiga Tuhan ini memiliki identitas, rupa,


peran dan tugas yang berbeda satu dengan lainnya, yaitu:


1. Tuhan Ayah sebagai sang pencipta


2. Tuhan Anak sebagai sang juru selamat


3. Tuhan Roh Kudus sebagai penasihat.


Tapi, jika memang Isa/Yesus yang diyakini umat Kristiani sebagai Tuhan


Anak atau sebagai anak Tuhan itu merupakan Tuhan sebenarnya atau


merupakan bagian tak terpisahkan dari Tuhan sebenarnya, bukankah hal itu


bertentangan dengan apa yang dinyatakan di dalam Injil; kitab suci umat


Kristiani yang menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa melihat


Tuhan atau mendengar suara-Nya?


- Kamu tidak pernah mendengar suaraNya, rupa-Nya pun tidak pernah


kamu lihat. (Yohanes:5:37)


- Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat


melihat Dia (1 Timotius:6:16)


- Tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup. (Keluaran:33:20)


Berdasarkan pada ayat-ayat ini dan naskah-naskah injil lainnya, terus-terang


saya mempertanyakan: "Bagaimana bisa kita mempertemukan pemahaman


antara dogma kepercayaan orang Kristen bahwa Isa/Yesus damai baginya


adalah Tuhan, dengan pengakuan Injil sendiri yang mengatakan bahwa


Tuhan tidak bisa dilihat dan tidak pula didengar suara-Nya?" 


١١


Bukankah sejarah turut berkata bahwa umat Yahudi di saat itu, juga para


keluarga dan pengikut setia Isa benar-benar melihat sosok juga mendengar


suara Nabi Isa damai banginya (yang kemudian diyakini sebagai Tuhan


Anak)?


Apakah ada rahasia atau maksud yang disembunyikan mengenai kebenaran


tentang Tuhan sejati, sementara di dalam kitab Injil Tuhan yang sebenarnya


dengan tegas memberikan penyaksian: "Akulah Tuhan dan tidak ada yang


lain. Tidak pernah aku berkata sembunyi atau di tempat bumi yang gelap…


Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus".


(Yesaya:45:19)


Jadi, yang mana yang benar? Jadi, yang mana yang benar?


Silakan baca ulang ayat- Silakan baca ulang ayat-ayat di ayat di


atas dan renungkanlah! 


١٢


Sekarang mari kita memulai 'perjalanan' kita mencari kebenaran tentang satu


Tuhan sejati dalam Injil dan Al-Qur'an. Dimana di akhir 'perjalanan' kita ini


setelah sikap anda yang kritis, tulus hati mencari kebenaran, penuh


kejujuran, serta pembacaan mendalam dari buku kecil ini terutama dari ayatayat yang disebutkan nantinya, saya ingin tahu reaksi dan pendapat Anda.


Agar saya bisa memposisikan diri saya dengan lebih objektif, saya akan


menyebutkan ayat-ayat suci tanpa komentar apapun tentangnya.


Silakan baca langsung ayat-ayat tersebut dengan penuh hati-hati, sikap


kritis, dan tanpa dimulai oleh prasangka-prasangka.


١٣


Tuhan Yang Satu dalam Injil Pernjanjian Lama


- Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!


(Ulangan:6:4)


- Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh.


(Maleakhi:2:15)


- Supaya kamu tahu dan percaya kepadaKU dan mengerti bahwa Aku


tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah yang dibentuk, dan sesudah


Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juru


selamat selain AKU. (Yesaya:43:10-11)


- Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah


selain AKu. (Yesaya:44:6)


- Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain AKU! Allah yang adil dan


Juru-selamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Berpalinglah kepada Ku


dan biarkanlah dirimu diselamatkan… dan semua orang akan bertekuk


lutut di hadapan-Ku. (Yesaya:45:21-23)


Ayat-ayat di atas yang diambil dari Injil Perjanjian Lama


Bisakah Anda mengingat yang


lain yang mirip dengan ayat-ayat


di atas? 


١٤


Tuhan Yang Satu dalam Injil Perjanjian Baru


- Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru, perbuatan baik


apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"


jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang


apa yang baik. Hanya Satu yang baik, itulah, Tuhan. (Matius [versi


King James]:19:16-17)


- Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,


satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah


engkau utus. (Yohanes:17:3)


- Engkau harus menyembah Tuhan, Allah-mu, dan hanya kepada Dia


sajalah engkau berbakti! (Matius:4:10)


- Dengarlah, Hai orang Israel, Allah Tuhan kita, Tuhan itu esa.


(Markus:12:29)


- Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara Allah


dan manusia, yaitu Manusia Kristus Yesus. (1 Timotius:2:5)


-


- Bisakah Anda sebutkan ayat-ayat lain


yang menyebutkan bahwa Tuhan


hanyalah satu (dan bukan tiga)? 


١٥


Tuhan Yang Satu dalam Al-Qur'an


- Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa; Allah adalah Tuhan yang


bergantung kepada-Nya segala sesuatu; Dia tiada beranak dan tiada


pula diperanakkan; dan tidak ada seorang pun yang setara dengan


Dia". (Al-Ikhlas:1-4)


- Tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah Aku" (AlAnbiya:25)


- Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang mengatakan:


"Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak


ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika


mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orangorang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.


(Al-Maidah:73)


- Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Akan tetapi (sebenarnya)


kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (An-Naml:61)


- Apakah ada tuhan (yang benar) selain Allah? Maha Tinggi Allah


terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). (An-Naml:63)


- Apakah ada tuhan (yang benar) selain Allah? Katakanlah: "tunjukkanlah


bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar". (AnNaml:64)


Sungguh! Kesemua ayat-ayat ini bicara


mengenai keesaan Tuhan (Tauhid) yang


merupakan tema pokok dalam Al-Qur'an. 


١٦


Kesimpulan


Semua ayat-ayat di atas ditambah dengan banyak lagi bukti lain yang


ditemukan dalam Injil dan Al-Qur'an menegaskan pesan abadi ini; pesan


bahwa Tuhan sebenarnya hanyalah satu/esa/tunggal.


Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung


bumi! Sebab Aku-lah Allah dan tidak ada yang lain. (Yesaya: 45: 22)


Injil tidak hanya menegaskan bahwa Tuhan hanya satu, tapi juga


menyatakan bahwa Tuhan sebenarnya, sang pencipta, Dia jugalah sang juru


selamat.


… sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada


lagi. Aku, Akulah Tuhan, dan tidak ada juru selamat selain Aku. (Yesaya: 43:


10-11)


١٧


Jadi sesuai dengan penegasan-penegasan di atas, semua nama yang


dianggap merupakan Tuhan atau dewa seperti Yesus, Roh Suci, Dewa


Brahma, Dewa Wishnu, Dewa Shiwa, Dewa Krishna, atau Buddha, bukanlah


Tuhan atau perwujudan lain dari Tuhan sejati yang esa. Itu akibat


kepercayaan-kepercayaan palsu bahwa setelah orang-orang Yahudi


menyembah tuhan selain Tuhan yang sebenarnya "Bangkitlah murka TUHAN


terhadap Israel." (Bilangan:25:3) Demikian pula, Musa menghancurkan


patung anak sapi berwarna emas.


Di sisi lain, Essenes, sebuah kelompok orang-orang Kristen permulaan


menanggung siksaan dikarenakan mereka menolak untuk mengganti ajaran


keesaan Tuhan yang dibawa Yesus dengan bid'ah/heretic Paulus tentang


konsep ketuhanan Trinitas.


Ringkasnya, bahwa semua nabi-nabi utusan Tuhan seperti Adam, Nuh,


Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad kesemuanya diutus oleh Tuhan yang


sama, sang pencipta, dengan misi membawa pesan yang sama yaitu:


"Tuhan sebenarnya hanya ada satu, Ia wajib disembah dan


dijalankan perintah-Nya"


Bila para nabi dan para rasul utusan Tuhan itu mengajarkan satu pesan yang


sama, itu berarti agama mereka jugalah sama. Lantas, agama apakah itu?


Ketundukan (submission) kepada apa yang dikehendaki Tuhan adalah hal


penting yang terkandung dalam pesan yang dibawa para nabi itu. Kata


ketundukan di sini artinya Islam (dalam bahasa Arab). 


١٨


Al-Qur'an telah menegaskan bahwa Islam adalah agama sebenarnya dari


para nabi dan para rasul utusan Tuhan. Kebenaran yang disampaikan AlQur'an ini juga dapat dilacak di dalam kitab suci Injil1


.


Akhirnya, agar mendapat keselamatan, kita mestilah menerima dan


mempercayai dengan pesan yang telah disebutkan di atas tadi dengan


sepenuh hati. Tapi meskipun demikian, menerima dan mempercayai saja


belumlah cukup. Kita juga harus mempercayai kepada semua nabi utusan


Tuhan (termasuk didalamnya Muhammad) dan kemudian mengikuti arahan


dan ajaran mereka. Inilah pintu gerbang untuk selamat dan bahagia dalam


kehidupan yang abadi.


Jadi, jika kamu memang seorang pencari kebenaran sejati juga seorang yang


menghendaki keselamatan, kamu harus mempertimbangkan ini semua


sekarang sebelum kamu mati! Mati bisa saja sangat dekat dengan kita,


siapa yang tahu?!


Satu hal lagi….





1


Insya Allah hal ini akan kita diskusikan di buku selanjutnya. 


١٩


Sebuah Gagasan Akhir!


- Jadi, yang mana yang benar itu?


- Apa yang bisa kulakukan?


Anda bisa mempercayai dengan sungguh-sungguh hanya kepada Tuhanmu


yang satu yaitu Allah, kamu juga bisa percaya kepada rasul yang terakhir


diutus olehNya, dan ucapkanlah kalimat-kalimat dibawah ini:





Orang-orang yang penuh


kesungguhan, kejujuran, keobjektifan,


ketebukaan pikiran dalam mencari


kebenaran sejati, dan setelah


melakukan sikap kritis terhadap satu


pesan ini, mungkin akan muncul


pertanyaan seperti di bawah ini:


Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang


layak disembah selain Allah. Aku juga


bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan


Allah. 


٢٠


Kalimat persaksian di atas ini adalah langkah pertama menuju kehidupan


abadi dan kunci sebenarnya untuk mendapatkan surga.


Jika Anda memutuskan untuk menempuh jalan ini, Anda bisa menghubungi


teman-teman Muslim Anda, Pusat Kegiatan Keislaman (Islamic Center) yang


terdekat di kota Anda.


Ya, Anda pasti bisa melakukannya !!! 


٢١


Beberapa Definisi Ringkas dari Istilah-Istilah yang Ditemukan Dalam


Islam


Allah


Nama Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Pencipta. Allah adalah Tuhan


yang sebenarnya bagi semua manusia, baik itu orang-orang Yahudi, Kristen,


Muslim, Hindu, dll).


Muhammad


Nabi terakhir yang diutus oleh Tuhan kepada manusia.


Islam


Ketundukan kepada apa yang dikehendaki Sang Pencipta yaitu Allah.


Seorang manusia bisa mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya dan


ketenangan jiwa hanya dengan tunduk dan patuh kepada Tuhan sejati.


Muslim


Orang yang tunduk kepada apa yang dikehendaki Allah Sang Pencipta.


Al-Qur'an


Kata-kata / Kalam Allah yang diungkapkan melalui Nabi Muhammad. 


 



Tulisan Terbaru

Ringkasan Tentang Hak ...

Ringkasan Tentang Hak-Hak Yang Sejalan Dengan Fitrah

Kiat-Kiat Menuju Kelu ...

Kiat-Kiat Menuju Keluarga Sakinah